Friday, November 7, 2014

Puisi : kisah di sore hari

Impianya sirna
Ketika ia masih muda
Entah apa yang berasa di benaknya
Dia Sudah tak memiliki pengayom hidup
Cahaya kebijakan yang halus di matanya redup
Hatinya terkatup
Setapak jalan selalu ia lalui
Ia lalui dengan melepas penat
Ia lepaskan penat itu pada sebuah pohon yang sedang tumbuh
Walau tak diketahuinya
Batang pohon itu rapuh,
Tak dihiraukan rupanya
Tiap hari ia melalui jalan itu
Tiada penat di benak
Tiada beban di dada
Kehidupanya Sudah ia dapatkan
Namun tetap lah ia disana membuang penat
Tiada seorang tahu apa yang terjadi pada pohon itu
Suatu hari pria itu datang
Ia berteduh dibawah pohon yang Mulai rimbun
Di hari hujan yang kelam
Pohon itu menjadi saksi nyawa pria itu merenggang
Oh sungguh, bukan pria biasa!
Kekerasan selalu Ada di otaknya,
Ia selalu membanggakan dirinya

No comments:

Post a Comment

Designed By Blogger Templates